Mulut kita dimasuki oleh berbagai jenis makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang kita konsumsi berguna sebagai sumber energi tubuh, namun tak sedikit pula kandungan makanan yang kita konsumsi justru mengganggu kesehatan kita.
Pernahkah terbayangkan bahwa suatu hari kita dapat mengetahui kandungan makanan dan minuman yang kita konsumsi dengan sebuah sensor gigi?
Apa itu sensor gigi? Bagaimana cara kerja nya?
Untuk lebih jelasnya, bisa anda saksikan dalam video singkat berikut ini, klik https://youtu.be/c9tYeikMfWU
Tooth Sensor atau sensor gigi berukuran 2×2 milimeter yang tengah dikembangkan oleh peneliti di Tufts University ini dapat secara praktis menempel pada gigi.
Sensor ini memiliki tiga lapisan, dua lapisan luar emas dan satu lapisan bioresponsif yang sensitif terhadap glukosal, garam dan alkohol. Substansi tersebut mengubah properti elektrik dari sensor dan membuatnya mengirimkan spektrum gelombang radio yang berbeda. Ketiga lapisan pada sensor secara bersama-sama berperan sebagai antena, mengirimkan informasi makanan yang sudah dikumpulkan ke piranti lain seperti ponsel atau tablet.
Penderita diabetes dapat menggunakan sensor gigi ini guna memonitor asupan kadar gula mereka dan mengirimkan data tersebut ke dokter. Sensor ini juga berguna bagi mereka yang memiliki kondisi medis yang membutuhkan pengawasan terhadap asupan yang dikonsumsi, seperti pasien dengan tekanan darah tinggi yang harus membatasi konsumsi garam.
Sensor ini juga berpotensi mendeteksi kondisi psikologis seperti perubahan pada kandungan air liur yang merupakan sinyal dari timbulnya penyakit gusi
Kekurangan dari sensor ini yaitu sensor hanya bertahan hingga dua hari. Hingga kini peneliti masih melakukan pengembangan lanjutan untuk memperpanjang umur sensor.

Komentar
Posting Komentar