ITIL (Information
Technology Infrastructure Library) merupakan framework yang dibuat dan dikembangkan oleh Office of Government Commerce (OGC) di Inggris. ITIL berperan dalam
membantu dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses bisnis suatu
organisasi. Framework ITIL merupakan framework yang banyak digunakan selama
ini, tidak terkecuali dengan perusahaan multimedia besar Indonesia, yaitu MNC
Group.
Di bawah kepemimpinan
pendiri sekaligus Chairman MNC Group,
Hary Tanoesoedibjo, Perseroan MNC Group saat ini berfokus pada tiga investasi,
yaitu media, jasa keuangan, properti, serta satu bisnis pendukung yang masih
terkait dengan bisnis inti di sector jasa keuangan, yaitu investasi keuangan.
Di sector media sendiri, MNC Group adalah pemilik media tersebar dan palig
terintegrasi di Asia Tenggara dengan protofolio yang terdiri dari empat stasiun
TV nasional Free-To-Air (FTA), yaitu
RCTI, MNCTV, GTV, dan INews, serta 20 channel
yang disiarkan di TV berlangganan MNC Channels
Framework
ITIL
sudah semestinya dijadikan best-practice dari
IT Service Management dalam penilaian
penggunaan Teknologi Informasi di MNC Group. ITIL telah mengalami beberapa
pembaharuan. Pembaharuan terakhir dari ITIL adalah lahirnya ITIL versi 3.
Praktik terbaik ITIL
versi 3 saat ini adalah dalam merinci lima hal inti yang menyediakan pendekatan
yang sistematis dan profesional untuk pengelolaan Teknologi Informasi (TI),
memungkinan perusahaan untuk memberikan layanan yang tepat dan secara
terus-menerus memastikan bahwa perusahaan memenuhi tujuan bisnis serta menebar
manfaat ke pelanggannya. 5 hal tersebut yaitu service strategy, service design, service transition, service
operation, dan continual service
improvement.
Berdasarkan pemahaman
saya mengenai ITIL dan pentingnya implementasi ITIL pada perusahaan-perusahaan,
maka saya akan menganalisis penerapan ITIL pada perusahaan multimedia MNC Group
dalam setiap bagian dari ITIL v3.
1.
Service Strategy
Service strategy memberi panduan kepada
pengimplementasian Information Technology System Management (ITSM) pada
bagaimana perusahaan MNC Group memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah
hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola, serta
mengoperasikan layanan TI), tetapi juga sebagai asset strategis perusahaan. Hal
ini dibuktikan dengan diresmikannya MNC Innovation Centre pada
Kamis(26/7/2018). Mengutip dari laman www.mncupdate.com, MNC Innovation Centre
atau Innocent adalah wadah untuk menggabungkan semua inisiatif digital dan enabler sebagai transformasi digital
semua lini bisnis MNC Group. CEO MNC Innovation Centre, Mashudi Hamka,
mengatakan “Nanti kami akan kembangkan terus produk digital kami. Bukan hanya
bisnisnya yang kami digitalisasi, tapi produknya yang akan menjadi produk
digital. Nantinya diharapkan bisa menjadi leading
digital transformasi tidak hanya di MNC Group tapi di Indonesia juga.”,
pernyataan dari Mashudi tersebut memperkuat analisis saya bahwa perusahaan MNC
Group telah memenuhi bagian 1 ITIL v3 yaitu sebagai service strategy.
2.
Service Design
Agar layanan Teknologi Informasi (TI)
dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus
terlebih dahulu didesain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Karena
kurangnya informasi yang saya miliki, maka saya belum bisa mengatakan landasan
apa yang mendasari saya untuk menganggap bahwa perusahaan multimedia MNC Group
telah menerapkan Service Design dalam
pengelolaan layanan TI mereka, namun menurut prediksi saya, seharusnya
perusahaan dengan tingkat kompleksitas setinggi perusahaan MNC Group sudah
menerapkan Service Design sehingga pihak yang ditugaskan dalam
membuat layanan TI peerusahaan MNC Group bisa bekerja sesuai gambaran desain
yang diharapkan perusahaan MNC Group.
3.
Service Transition
Service
transition menyediakan panduan kepada perusahaan atau
organisasi untuk dapat mengembangkan layanan Teknologi Informasi (TI) atau
mengubah hasil desain layanan TI, maupun merubah spesifikasinya ke dalam
lingkungan operasional. Mengutip informasi yang disampaikan di www.indotelko.com,
MNC Group mencoba peruntungannya masuk ke pasar e-commerce dengan melansir portal BrandOutlet yang bermain di dunia
fashion untuk segmen premium pada
tahun 2016. Hal ini menunjukan bahwa MNC Group telah menerapkan service transition, karena meskipun MNC
Group merupakan perusahaan multimedia, mereka pun berusaha mengembangkan
layanan TI mereka dengan melansir portal BrandOutlet sebagai layanan IT e-commerce. Selain itu, masih banyak
transisi pelayanan TI yang MNC Group lakukan seperti MNC Infokom yang
menyediakan layanan berbasis Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK)
menggunakan infrastruktur sateelit dan instalasi pemerintah Indonesia.
4.
Service Operation
Service
Operation merupakan tahapan lifecycle
yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan
TI. Kebetulan saya memiliki saudara yang
bekerja di bagian. Service Operation berisi
panduan dalam mengelola layanan TI secara efektif dan efisien serta menjmin
tingkat kinerja yang telah dijanjikan sebelumnya.
Demi memenuhi kebutuhan akan informasi
dari tayangan-tayangan yang diproduksi oleh MNC Group, perusahaan telah menunjukkan
komitmen dalam pelaksanaan operasional TI dengan menjalin kerjasama dengan
berbagai tender sebagai pemasok kebutuhan perangkat TI yang departemen TI
butuhkan sebagai penunjang kerja. Perusahaan MNC Group berusaha untuk terus
selektif dalam memilih produk TI mana yang berkualitas bagus sehingga dapat
meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja layanan TI, contohnya seperti media
penyimpanan data berskala besar dengan sistem disaster storage (backup).
Untuk menjaga kestabilan operasional layanan TI, perusahaan secara rutin
memberikan pelatihan atau training kepada
departemen TI dan membagi jadwal kerja yang didesain agar layanan TI dapat
selalu menopang kegiatan perusahaan. Hal ini mendukung opini saya bahwa
perusahaan MNC Group telah menerapkan bagian 4 ITIL v3, yaitu Strategy Operation.
5.
Continual Service Improvement
Continual
Service Improvement (CSI) memberikan panduan dalam menyusun
serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi, dan
pengoperasiannya. Salah satu prinsip dan metode manajemen kualitasnya yaitu Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau dikenal
debagai Deming Quality Cycle.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan
dari saudara saya yang bekerja di divisi TI MNC Group, secara rutin kepala
divisi maupun jabatan penting lain yang lebih tinggi biasanya menyusun, mengkoordinasikana,
dan mengkomunikasikan persoalan yang perlu diatasi oleh divisi dalam pelayanan
TI. Penyusunan rencana atau perbaikan plan
ini biasanya seperti flowchart, diskusi
kelompok, matriks evaluasi, dan lain sebagainya. Tahap “do” diimplementasikan dengan mengeksekusi rencana yang telah
disepakati bersama. Tahap tindak lanjut diimplementasikan dengan membuat usulan
standard dan menetapkan langkah selanjutnya berdasarkan temuan dari tahap “check” dan “act”. Pengembangan berkelanjutan juga Nampak pada hadirnya
pembaharuan aplikasi yang dibuat oleh MNC Group, contohnya MNC Now. Sebagai induk
perusahaan yang membawahi banyak perusahaan, maka perusahaan MNC Group selalu
berusaha untuk mengembangkan layanan berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa MNC
Group telah menerapkan bagian 5 Continual
Service Improvement.
Dari kelima bagian dari ITIL yang saya analisis
terhadap perusahaan MNC Group, dapat saya ambil kesimpulan bahwa perusahaan MNC
Group telah memenuhi standar internasional Manajemen Layanan Sistem Informasi
(MLSI) dengan penerapan framework ITIL
sebagai audit sistem dan teknologi informasinya.
Sumber Informasi Terkait :
https://www.mncgroup.com
https://www.indotelko.com
https://www.mncupdates.com

Komentar
Posting Komentar